ANDINI ROHMAH - SABILAL RASYAD :PENGOBATAN ALTERNATIF MEDIS & NON MEDIS
>>> MEDIS : DIABETES, JANTUNG, ASAM URAT, REMATIK, VERTIGO, LIVER, PROSTAT, STROKE, DLL
>>> NON MEDIS: KENA SANTET, GUNA2, KESURUPAN / GANGGUAN GHOIB
==> MELEPAS SUSUK
==> MEMBUKA AURA & REJEKI
==> MEMUTUS PERJANJIAN GHAIB
==> PENGOBATAN MEDIS & NON MEDIS

==> MELEPAS PEGANGAN GHAIB
==> PENGOBATAN ALTERNATIF TUSUK 12 JARI
==> NAIK JABATAN


HP: 081298819963, 087887615083, 021–70871857
PIN : 74D75E50
WhatsApp : 087887615083
Email : andini_rohmah@yahoo.com

SPESIALIS: MEMBUKA AURA KECANTIKAN JUGA MEMBERSIHKAN MUKA DARI JERAWAT BATU,BISUL,FLEK2 HITAM DI MUKA, MEMBUKA REJEKI & JODOH

Kamis, 26 Maret 2009

Ilmu Pengobatan Warisan Para Waliyullah

Dasar-dasar Ilmu Ketabiban

Tepat satu tahun (12 bulan) kami mendapat pengetahuan sedikit-demi sedikit mengenai ilmu pengobatan warisan para Waliyullah yang Abah Haji Machfudin banggakan itu. Satu tahun kami mengikuti pengajian dan petuah dari beliau barulah kami mengerti semua misi kami sebenarnya yaitu menolong masyarakat secara luas melalui dakwah dan pengobatan dari orang-perorang. Tujuan metoda yang unik seperti ini adalah agar setiap manusia (insan) yang diobati penyakitnya (baik lahiriah maupun batiniah) sekaligus juga memberikan pemahaman kebenaran jalan hidup manusia menyongsong pertanggungjawaban kepada sang Khalik “Allah SWT” pada hari akhir manusia akan dihisab (diperhitungkan amal ibadahnya).

Banyak ilmu yang dikabarkan kepada kami sebelum memulai cara mengobati segala macam jenis penyakit dalam tubuh manusia. Ilmu adalah cakrawala pembuka tabir rahasia kegaiban yang diciptakan Allah SWT melalu Kalam (goresan Pena). Ilmu juga sangat luas cakupannya, bahkan dalam Hadits sahih diriwayatkan bahwa “Belajarlah sampai ke negeri Cina”. Ya demikianlah memang adanya Cina merupakan salah satu negara tertua di dunia selain negara besar lainnya di masa silam yakni Mesir (Egypt), Persia (Iran sekarang), Romawi (Rum), dan Yunani (Greek). Negara Cina memiliki banyak ragam cabang ilmu pengetahuan diantaranya ilmu pengobatan. Dalam ilmu Cina terdapat lima unsur kehidupan dan dua unsur utama keseimbangan hidup (ying-yang atau hitam-putih).

Lima unsur pembangun kehidupan menurut ilmu Cina adalah tanah-air-api-kayu-logam. Namun menurut Abah Haji Machfudin kitab ilmu pengobatan warisan para Waliyullah juga sama ada lima unsur kehidupan hanya dua unsur kayu dan logam tidak ada dalam kitab tersebut. Oleh karena itu lima unsur pembangun kehidupan yang benar dan secara berurutan adalah tanah-air-api-angin-cahaya. Lebih lanjut dijelaskan beliau bahwa awal mulanya hidup adalah dari tanah kemudian berisi air dan membentuk energi (dalam hal ini api) kemudian akan menjadi angin (ruh) dan kembali ke langit dalam bentuk cahaya.

Apa kaitannya pengetahuan lima unsur tersebut? Artinya agar manusia kembali kepada fitrahnya sebagai khalifah di bumi yang sifatnya sementara saja. Jika kita menilik pengetahuan ilmu Cina maka banyaklah manusia yang akan diliputi penyakit yang kronis karena berbagai unsur dalam tubuh akan menetap menjadi energi kayu dan besi. Bukankah kayu jika lapuk dapat diandaikan berbagai keropos


tulang serta energi logam akan menimbulkan pengerasan hati (sirosis hati), penyumbatan saluran darah, dan kejangnya peralatan tubuh. Lima unsur pembangun kehidupan tersebut dapat kami jelaskan pengertiannya sebagai berikut:

1. Tanah (Earth)


artinya : manusia tercipta dari berbagai unsur tanah yang ada di alam semesta dengan berbagai warna: coklat, kuning, putih, hitam, merah. Tanah melambangkan dasar kehidupan. Tanah adalah sumber segala zat hidup. Ribuan tahun yang silam ketika Tuhan semesta alam menciptakan bumi hanyalah inti bumi berupa energi api kemudian dilapisi oleh air. Beberapa bagian bumi yang terlapisi air menyebabkan gelombang panas yang berbeda di setiap permukaan sehingga munculah gunung berbatu atau karang ke permukaan. Ditiuplah kehidupan di air berupa jasad renik dan lumut yang menetap di atas bebatuan sehingga terciptalah tanah (Earth).

Tanah yang saat ini tempat makhluk hidup berpijak mengandung unsur-unsur penting kehidupan. Dari tanah inilah kemudian para ilmuwan menyusun Deret Unsur Kimia yang kita kenal sekarang. Dalam unsur kimia kita ketahui ada unsur Hidrogen, Carbon, Nitrogen, dan lain-lain unsur Alkali Tanah serta jenis-jenis logam dan bahkan uranium.

Bahan bakar berupa minyak dan gas berasal dari dalam tanah. Bahan tambang lain berupa logam mulia, bahan semen, bahkan intan permata berasal dari dalam tanah. Oleh karena berharganya tanah maka ia menjadi bernilai ekonomis. Property atau kepemilikan yang harganya terus naik juga adalah tanah. Pertanian untuk sumber pangan di muka bumi ini membutuhkan tanah. Betapa tanah dapat memberi kehidupan bagi semua yang hidup.

Tidak akan pernah manusia kekurangan makanan selama ada tanah. Bahkan teori Thomas Maltus yang mengatakan pangan manusia berupa deret hitung akan semakin berkurang ketimbang pertumbuhan manusia yang berupa deret ukur adalah tidak dapat dibenarkan. Peperangan di muka bumi ini juga karena memperebutkan tanah.

2. Air (Water)

artinya : manusia tersusun dalam tubuhnya 80% adalah air. Air melambangkan hidup dan kehidupan karena benda yang hidup akan pasti berisi (mengandung) air. Selain itu air menandakan ketenangan dan kedamaian hati serta menetralkan amarah. Air adalah unsur utama yang digunakan untuk bersuci.

Air memiliki sifat netral. Unsur air murni adalah zat cair yang tidak berwarna dan rasa. Oleh karena itu air memiliki kadar pH yang netral. Hal ini berbeda dengan tanah yang memiliki pH berbeda-beda. Air dapat menetralkan zat kimia berbahaya karena terdapat unsur Hidrogen dan Oksigen yang mampu mengikat senyawa kimia lain sehingga membentuk molekul yang netral. Bahkan dalam ilmu fisika berat jenis air yang dinyatakan dengan nilai 1 (satu).

Air yang berkhasiat dan sumber mata airnya yang tidak akan pernah berhenti adalah Air Zam-zam yang ada di Mekah, Arab Saudi. Air jenis inilah yang merupakan satuan yang paling netral. Oleh karena itu dalam ilmu pengobatan ketabiban pun merujuk pada air Zam-zam ini, dimana air mineral dialiri hawa (energi) tertentu yang dengan seizin Allah SWT dapat membentuk partikel netral dalam bentuk tertentu.

3. Api (Fire)

artinya : manusia hidup akan bekerja karena berisikan energi (api). Tumbuhan hidup selain karena tanah dan air juga membutuhkan api, demikian pun manusia dan hewan membutuhkan energi api. Energi atau api di alam semesta akan banyak berubah bentuknya namun yang paling luas jangkauannya adalah energi matahari. Dalam cahaya matahari terdapat unsur warna api yakni Merah, Putih, Kuning, Hijau, Hitam, Ungu, Biru. Unsur api melambangkan hawa nafsu dan amarah yang ada dalam jiwa manusia.

Api adalah energi panas yang dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tumbuhan dapat berfotosintesis karena adanya api atau energi panas dari matahari dan bila tumbuhan tertutup dari panas matahari niscaya daunnya akan layu dan akhirnya mati. Demikian pula manusia dan hewan membutuhkan energi panas baik energi panas internal maupun eksternal. Energi panas eksternal berupa api dibutuhkan manusia untuk memasak bahan makanan, sedangkan energi panas internal adalah panas tubuh yang dihasilkan dari makanan yang ditelan masuk ke dalam tubuh baik manusia maupun hewan.

4. Angin (Air)

artinya : manusia hidup akan membutuhkan dan menghasilkan berbagai gas. Oksigen dihirup untuk metabolisme tubuh dan dibuang dalam bentuk karbondioksida dan hidrogensulfida, serta berbagai jenis gas buangan lainnya. Ruh untuk kehidupan juga ditiupkan sang Khalik kepada tanah. Artinya ruh itu berupa tiupan tetapi bukan dalam bentuk angin yang sebenarnya melainkan tiupan berupa ‘gaib’ (Subhanallah).

Angin atau udara yang bergerak menandakan kehidupan dimulai. Bayi yang baru lahir pun yang sebelumnya hidup dari plasenta ibunya ketika lahir harus menghembuskan nafas (angin) melalui mulutnya. Oleh karena itu ketika bayi menangis itulah kejutan paru-paru yang mengembang karena berisi udara dunia yang sedianya bayi tidak menghirup udara dalam alam rahim ibunya.

5. Cahaya (Light)

artinya : manusia setelah melewati unsur hidup tanah-air-api-angin, maka akan kembali ke dalam bentuk energi cahaya untuk dapat sampai ke derajat sisi sang Khalik (Allah SWT) pada masa dimintai pertanggungjawabannya sebagai khalifah sementara di dunia.

Cahaya atau dalam istilah Arab disebut ’Nur’ merupakan materi yang mulia. Allah SWT menciptakan Nur Muhammad untuk menghidupkan ruh pada jasad para Nabi dan Rasul. Cahaya juga adalah kebenaran dalam jiwa. Jika seseorang bertafakur dan bertanya kepada lubuk hati yang paling dalam maka Tuhan akan memberikan jawabannya dengan prasyarat hati nuraninya bersih dari hal-hal yang buruk dan berbagai prasangka.

Dasar-dasar pengetahuan lima unsur kehidupan tersebut menjadi pedoman untuk membuka dan membuang berbagi penyakit dalam tubuh manusia baik itu penyakit medis maupun penyakit akibat ilmu sihir tingkat tinggi. Oleh karena penyakit di badan (jasad) manusia sebenarnya disebabkan oleh gejala yang timbul secara gaib dan mempengaruhi tubuh itu. Misalnya materi logam yang membungkus jaringan tubuh tertentu sehingga energi metabolisme tubuh tidak sempurna, maka timbulah penyakit.

Kisah Pengobatan Beberapa Pasien

Beberapa pasien yang diobati oleh Andini dan suaminya dengan kemampuan yang intensif adalah selama kurun waktu lima tahun terakhir yakni dari tahun 2002-2007. Sedangkan dari tahun 2000-2001, Andini dan suaminya masih melakukan aktivitas pengajian dan mempelajari ilmu Tarekat Qadariah Wannaqsabandyah kepada Abah Haji Mahfudin di Karawang.

Ketika guru mereka Abah Haji Mahfudin meminta agar mereka mengabarkan kisah pribadi mereka dan kemampuan pengobatan untuk membantu umat manusia melalui media massa, akhirnya terwujud. Pada awal tahun 2001 kisah mereka dikabarkan melalui Majalah Zona Misteri dengan Headline ”Andini Putrinya Roro Kidul Lahir Di Jakarta”


Sejak diberitakan di media massa tersebut maka beberapa media baik cetak dan elektronik juga ikut mewancarai mereka bahkan juga melakukan talk show langsung dengan pemirsa. Radio Pro 2 FM RRI Jakarta dan Radio Bahana Metropolitan yang tercatat telah beberapa kali menayangkan siaran kisah mereka dan dialog interaktif. Mulai tengah tahun 2001 para pendengar radio dan pembaca mulai mendatangi Andini di kediamannya, ada yang hanya berkonsultasi masalah pribadi, bisnis dan sekaligus mengobati masalah kesehatan, ada pula yang meningkatkan aura kehidupannya, bahkan ada yang hanya meminta izin kepadanya perihal harta karun Republik Indonesia. Untuk permintaan yang terakhir ini selalu saja ditampik Andini, bahkan yang datang dengan niat iseng itu bukan sekali dua tetapi setiap tahun selalu ada.



Gambar : Andini Siaran Di Radio dan stasiun TV


Dalam setiap kesempatan siaran di radio dan televisi, pemirsa pendengar dan penonton yang menanggapi lewat SMS Blog dan telepon jumlahnya ratusan. Tentu saja siaran bersama Andini secara Live di media elektronik ini menunjukan antusiasme yang sangat luar biasa dari seluruh kalangan masyarakat. Tidak heran jika Andini mendapat surat tanggapan berupa pertanyaan dan permintaan advis bukan hanya dari masyarakat yang ada di dalam negeri, juga dari negara tetangga seperti Malaysia, Hongkong, Taiwan, Brunai dan Korea.



Gambar Pasien dari berbagai kalangan dan diperlakukan sangat manusiawi


Biasanya Andini memberikan resep kepada pemirsa yang melalui surat yaitu amalan berupa Dzikiran dan bacaan doa serta Shalat malam yang wajib. Hitungan atau bilangan Dzikir setiap orang berbeda-beda berdasarkan weton hari kelahiran, sehingga tidak seorang pun yang ‘pukul rata’ bilangan dzikirnya. Ikhtiar demikian dilakukan agar permohonan doa kepada Allah SWT mudah terbuka ‘hijab’ atau penutup langit, sehingga insya Allah permohonan doa dan permintaan hambanya dapat dikabulkan.


Untuk mereka yang beragama non Islam juga ada bacaannya sesuai agamanya. Andini mengetahui hal itu karena pernah bersekolah di SMP Katholik. Selain itu bacaan untuk kalangan etnis Tionghoa juga ada, sehubungan dengan pengetahuan Andini dari almarhum gurunya H. Mahfudin yang berpengalaman puluhan berkecimpung degan masyarakat etnis Tioghoa di masa penjajahan Belanda. Oleh karena itu semua surat masuk akan dibalas Andini dengan advis yang selaras dengan kasus yang dihadapi penanya. Pada umumnya penanya via surat selalu memberikan tanggapan balik yang positif bahkan sangat memuaskan mereka karena masalah pribadi, keluarga, dan bisnis terpecahkan. Itulah kebahagian yang didapat dari mereka yang belum berkesempatan bertemu muka dengan Andini.


Beberapa tamu atau pasien sebutan terakhir oleh Andini itu yang telah mendatangi ke rumahnya secara statistik yakni enam puluh persen adalah masalah kesehatan. Dua puluh persen masalah jodoh dan karier. Sepuluh persen lainnya adalah masalah bisnis dan masalah keluarga. Pada buku ini akan disampaikan lima kasus berat yang menimpa keluarga pasien yang nama dan tempatnya disamarkan untuk melindungi kehidupan pribadi pasien sebagai kode etik persahabatan.


Tia dan anak Naga Hitam

Kasus pertama, keluarga di Jakarta Selatan memiliki anak gadis berumur 14 tahun. Postur anak itu tinggi dan langsing, terlihat sebagai gadis yang sedang tumbuh dewasa. Masalahnya Tia anak gadis itu sering mengeluh sakit punggung dan pusing kepala sejak masuk SMP (kelas tujuh). Tia sering mengalami pingsan mendadak, diduga ia sakit epilepsi. Anehnya setelah di cek oleh dokter syaraf, ternyata tidak ada gejala penyakit apapun.


Keluarga Tia mendengar siaran dialog interaktif bersama Ibu Andini Rohmah di Radio Bahana Metropolitan FM pada pertengahan tahun 2005. Kemudian ibunya Tia bernama Nani menghubungi Andini utuk mengkosultasikan dan mengobati anak gadisnya. Akhirnya Tia diantarkan keluarganya yaitu Ibu Nani, Pa Arman, Lala dan Anton kakak Tia. Mereka mengajak Tia pergi dengan alasan untuk bertemu famili. Entah mengapa mereka punya ide demikian. Oleh karena pasien yang sakitnya tidak terdeteksi oleh dokter biasanya menolak untuk dilakukan pengobatan (alternatif).


Pada saat mulai pengobatan, Rasyad suami Andini mulai menyentuh punggung Tia dalam posisi duduk, kemudian terlihat gerakan Tia tanpa disadarinya meliuk-liuk sambil menguap dan meracau tidak menentu. Andini mulai mengajak bicara makhluk-makhluk halus berupa siluman yang keluar dari tubuh Tia. Kejadian ini berlangsung tiga jam. Dan sesudahnya Tia terjatuh pingsan, lalu siuman dalam waktu lima menit. Setelah ditanyai, Tia tidak menyadari semua kejadian dan dialog-dialog itu.


Perihal Tia dalam pengobatan berlangsung cukup lama. Keluarganya datang setiap minggu. Praktis pengobatan Tia selama setengah tahun. Namun kini Tia telah normal dan menjadi anak gadis yang periang dan telah menginjak di kelas sembilan (3 SMP).


Dari badan Tia sebelum sembuh ternyata diselubungi ribuan jumlahnya lapisan-lapisan makhluk halus. Lapisan pertama adalah kerajaan kuntilanak, lapisan kedua kerajaan siluman anjing, lapisan ketiga kelompok ular, lapisan keempat adalah benda-benda bermaterikan energi kayu, lapisan kelima energi bermaterikan tanah, lapisan keenam energi bermaterikan besi, dan lapisan ketujuh adalah kerajaan Naga Hitam.


Kelompok lapisan yang terakhir adalah yang paling sulit untuk dikeluarkan dari dalam tubuh Tia karena mereka sudah senang menetap dalam tubuh manusia selama bertahun-tahun. Tubuh Tia dijadikan wadah mereka untuk bernaung selama 7 tahun. Ketika Tia berumur 8 tahun pada kelas 3 SD mengalami jatuh waktu bermain di bawah sebuah pohon bersama teman-temannya sehingga tak sadarkan diri.


Setelah bulan keenam proses pengeluaran kerajaan makhluk gaib Naga Hitam dan pertarungannya dengan Andini sebagai Naga Hijau yang tingkatannya lebih tinggi, akhirnya mereka mengalah untuk keluar. Tia mengalami pingsan yang cukup lama setelah pengobatan. Dialog bersama anak Naga Hitam yang bersekolah sampai SMP saat ini mengatakan kalau ia keluar maka Tia akan menjadi anak yang bodoh. Oleh karena Tia dengan ruh aslinya masih duduk di kelas 3 SD. Terbukti ketika Tia ditanyakan pelajaran kelas 6 SD tidak tahu bahkan yang dia tahu hanya soal-soal anak SD kelas 3! Jadi yang selama ini bersekolah adalah bukan ruh Tia sebenarnya! Ini adalah fakta rahasia alam gaib. Masih banyak kasus-kasus Tia lainnya di dunia ini.

Namun demikian keluarga Tia merasa bersyukur kepada Allah SWT atas izin-Nya maka Andini dapat mengobatinya hingga sembuh total. Yang mereka herankan adalah Tia tidak dapat sembuh walau dibawa kemana-mana baik dari golongan Kiai bahkan paranormal kondang yang menerima order ilmu hitam. Kemudian disarankan oleh Andini agar Tia diberikan Les privat tambahan seluruh mata pelajaran sekolahnya. Hasilnya sangat memuaskan. Tia memang anak yang cerdas sehingga ketinggalan empat tahun pelajaran sudah dapat ia susul walaupun menduduki rangking paling rendah di kelasnya. Paling tidak ada upaya keluarganya agar Tia yang asli sekarang ini dapat mengikuti pelajaran di sekolahnya.


Ibu Maya Terbebas dari Penderitaan

Ibu Maya nama panggilannya menemui kami di rumah pada suatu pagi hari libur. Ibu Maya mengeluh badannya sakit selama satu tahun. Penderitaan yang ia alami adalah rasa gatal tiba-tiba, pusing kepala dan sakit pinggang. Ibu Maya mengalami deraan penyakitnya setelah menjelang malam hari. Praktis ia kesulitan dalam konsentrasi untuk bekerja di kantornya. Karirnya mandek karena tidak pernah masuk nominasi pegawai yang dipromosikan.


Setelah bertemu Andini ia menceritakan segalanya penderitaan hidup yang dialami. Suaminya beberapa tahun terakhir telah berselingkuh dengan wanita lain bahkan telah merajut cinta kasih bernoda itu dengan perkawinan. Batinnya Ibu Maya hancur ditambah lagi penyakitnya kambu-kambuh hilang yang tidak terdeteksi pengobatan dokter melalui ilmu medis. Penderitaannya tersayat terlebih ketika suaminya membawa wanita lain untuk bertandang ke rumah.


Ibu Maya rutin berobat ke Andini setiap bulan di minggu pertama selama dua tahun. Kemungkinan penyakit Ibu Maya termasuk langka yaitu terkena sihir (santet) dari golongan nenek sihir yang ilmunya sudah tua. Berbagai lapisan gaib yang menyelubungi tubuhnya adalah benda bermaterikan paku, lempengan besi, kayu dan macam-macam jenis siluman berwujud binatang. Praktis ia telah sebuh ketika 12 kali berobat atau satu tahun. Namun tahun kedua hanya untuk berkonsultasi menyelesaikan masalah hidupnya.


Lapisan terakhir yang dikalahkan Andini ketika dialognya cukup alot adalah kerajaan gaib Rajawali Hitam yang bernaung dalam wadah tubuhnya Ibu Maya. Kerajaan gaib itu adalah nenek penyihir hitam yang ingin mengasai tubuh Ibu Maya agar meninggal secara perlahan-lahan.


Setelah dua tahun berobat dan berkonsultasi, akhirnya Ibu Maya sembuh dan memutuskan menggugat cerai suaminya yang memang hatinya lebih berat ke isteri mudanya. Prosses perceraian di muka pengadilan agama berlangsung cukup mudah karena Ibu Maya telah sehat jasmani rohaninya untuk beragumentasi di depan hakim sehingga ia bisa melanjutkan hidup tanpa penderitaan. Kini Ibu Maya karirnya menanjak dan telah menemukan pria yang mungkin berjodoh dengannya untuk merajut hidup yang lebih baik.


Marwan si Anak Autis yang Cerdas

Pada suatu pagi Marwan tidak mau ke sekolah karena lebih senang mainan mobil-mobilan di rumahnya. Bukan hanya bermain di dalam rumah bahkan main mobil-mobilan di tanah berlumpur di belakang rumah. Keluarga Marwan adalah kalangan orang berada, sehingga ketinggalan pelajaran sekolah dapat diisi dengan kegiatan pembelajaran di rumah (home schooling). Namun Ibu Tantri sebagai ibunya Marwan merasa miris jika anak kesayangannya hidup seperti ini sampai menuju usia remaja. Oleh karena dorongan ingin menyembuhkan anaknya maka Ibu Tantri memberanikan diri menelpon Andini melalui saran temannya. Padahal Ibu Tantri selama ini tidak yakin dengan pengobatan alternatif.


Marwan saat ini telah tertinggal kelas selama dua tahun ke belakang di bandingkan teman-teman seusianya. Marwan tidak pernah berkonsentrasi belajar. Ia sering berimajinasi sendiri, berbicara dan menyanyi-nyayi kecil menurut keinginannya saja. Ia tidak memperdulikan lingkungan sehingga hidupnya praktis asosial atau tidak mau berhubungan dengan dunia luar selain kesenangannya sendiri.


Para guru di sekolah mengatakan Marwan anak yang bodoh. Dokterpun yang dijadikan rujukan Ibu Tantri mengatakan Marwan mengalami autisme atau gejala pribadi yang menyukai kegiatan yang dipikirnya benar serta tanpa memperdulikan lingkungan.


Ibu Tantri telah mengobati anaknya ke spesialis anak dan saraf. Berbagai obat-obatan dan terapi dari ahli terapi (terapist) tidak membuahkan hasil. Sudah banyak biaya yang ia keluarkan untuk mengembalikan agar anaknya bisa normal kembali. Namun tidak sedikitpun ada tanda-tanda keberhasilannya.


Marwan akhirnya diobati Andini dan suaminya. Suaminya memegang kepala Marwan dan anak itupun mulai tertawa cekikikan seperti anak yang kesetanan. Andini mendekatinya dengan sorot mata gaibnya dan berdialog.

“Siapa kamu?”

“Power Ranger….”, jawab Marwan dengan menyeringai seperti anak yang jahat.

“Bohong kamu. Keluar dari badan anak ini. Kamu tahu sayalah Andini Naga Hijau Kencana Rara Sati dari laut selatan!”, bentak Andini keras.


Singkat cerita pengobatan serta dialog-dialog yang alot itu berlangsung selama sembilan kali pertemuan dalam satu tahun. Akhirnya makhluk-makhluk gaib yang bersarang di dalam wadah tubuh Marwan mau keluar. Tetapi Andini dengan tegas menolak permintaan mereka keluar dengan syarat apapun (tanpa syarat). Andini meminta mereka keluar segera karena jika mereka berani melawan maka akan berhadapan dengan Kerajaan Naga Laut Selatan yang ditakuti makhluk gaib dari seluruh negeri.


Sebelum menemukan lapisan terakhir didalam tubuh Marwan juga terdapat benda-benda bermaterikan tanah, air, dan besi. Marwan memperagakan berbagai jurus tanah, air, dan besi dengan gerakan lucu dan terikan-teriakan melolong. Berbagai jenis siluman binatang ular bersisik juga keluar dari tubunya, sehingga Marwan sudah mulai senang dimandikan, dimana sebelumnya ia susah untuk disuruh mandi.


Setelah terlihat tanda-tanda normal yakni diindikasikan dari sinar bola matanya, respon emosi dan pengenalan keluarga maka terapi pengobatan terhadap Marwan disempurnakan dengan usapan ke seluruh tubuhnya ketika dibujurkan lurus utara-selatan oleh suami Andini. Untungnya Marwan sadar kalau selama ini ia telah dikendalikan makhluk gaib lainnya, sehingga roh asli Marwan berimpitan dengan makhluk gaib yang menguasai tubuhnya sejak umur dua tahun ketika ia tersedak dan mengalami kejang-kejang (step) merejan. Marwan pun tergolong berotak (IQ) cerdas. Ketika disodorkan kertas ujian matematika, ia langsung mengerjakan semua soal dengan cepat dan tanpa kesalahan!. Dan kini ia tumbuh menjadi anak yang normal dan disayangi keluarganya.


Suwito Melepaskan Diri Dari Jeratan Ilmu Hitam

Suwito adalah pemuda yang gagah dengan postur seperti anggota TNI. Oleh karena tuntutan profesi akhirnya ia merelakan dirinya untuk belajar ilmu kekebalan dan kesaktian. Alasannya sederhana, katanya untuk kepercayaan diri dan jaga diri!

Namun sekarang ia baru menyadari bahwa ilmu-ilmu hitam yang diperolehnya itu ternyata hanya membuat masalah baru bagi hidupnya. Perihal mengapa ia menuntut ilmu kesaktian dan kebal ternyata karena keinginan sendiri tanpa ada yang mengajak atau menyuruhnya. Suwito menuntut ilmu itu di sebuah padepokan terpencil yang jauh dari keramaian manusia. Disana ia dilakukan Ruwat atau upacara pembersihan melalui ilmu kebatinan. Pertama disiram kembang dan ritual lain tidak dapat disebutkan satu per satu.


Pada tahap akhir Suwito harus menelan beberapa butir peluru logam dan baut mur besar. Anehnya ia mau saja disuruh guru pembimbing ritualnya karena didorong kuat dirinya menguasai ilmu kesaktian dan kekebalan. Peluru-peluru besi itu tentu saja akan meluruh sebagai energi gaib bermateri besi yang menyelubungi ruh Suwito yang secara fitrahnya haruslah bersih dari materi lain selain ruh dirinya.

Materi energi telah dipostulatkan oleh Albert Einstein melalui Teori Relativitas. Energi sama dengan Massa Materi dikalikan Kuadrat Kecepatan Cahaya atau rumusnya E = M.C2. Oleh karena itu jika tubuh manusia yang bermaterikan ruh fitrah dari dirinya sendiri diselubungi oleh benda bermaterikan energi lain dari unsur kehidupan dan ruh halus siluman, maka sistem dalam tubuh akan tidak normal.


Kembali ke masalah Suwito, selepas dari padepokan ia mendapat pekerjaan yang ia cita-citakan dengan penghasilan yang lumayan. Dari sini semakin yakinlah ia bahwa segala apa yang ia dapatkan akibat karena ilmu kesaktian dan kekebalan. Tahun-tahun pertama tanpa masalah, namun begitu ketika pekerjaan sudah mulai rumit kasusnya maka timbulah efek samping dari ilmu yang dia banggakan itu.


Emosinya tak terkendali. Bahkan nyaris beberapa kali ia mengalami kejadia kasus perkelahian yang padahal urusannya sepele. Mulailah gejala penyakit tubuhnya mulai menjerat. Staminanya menurun sehingga produktivitasnya mengalami penurunan drastis yang berakibat ia dikeluarkan dari pekerjaan. Ia merasakan dunia mulai tertutup baginya. Kejayaan yang ia dapatkan sekian tahun mulai sirna dan pupus.


Ia merenungi nasibnya tanpa henti dibarengi perasaan sakit tubuh yang tak terperikan. Kalangan dokter melihat hasil rontgen tubuhnya normal, bahkan peluru-peluru besi tidak satupun bersarang di tubuhnya! Tidak ada gejala penyakit yang didiagnosis dokter yang mampu memuaskan pertanyaan penyakit yang dideritanya. Kata dokter ia sehat dan hanya perlu istirahat cukup.


Tidak yakin dengan itu, maka ia mencoba untuk rileks dan mendengarkan radio. Untungnya ia memutar saluran Radio Bahana Metropolitan FM dimana Andini sedang siaran langsung dialog interaktif. Khawatir pertanyaan Suwito melalui on air radio dengan telepon langsung tidak memuaskan dirinya, maka ia memberanikan diri mengirim SMS ke Andini.


”Bu Andini Yth, nama saya Suwito 27 mengalami sakit badan dengan otot-otot kejang, susah mendapat kerja, dan rezeki mampet. Mohon minta alamat praktek ibu, nanti saya datang. Terima Kasih sebelimnya”. Demikian isi SMS dari Sdr. Suwito

Dan memang setelah melalui hubungan komunikasi via SMS, maka Suwito berobat ke rumah Andini. Suami Andini memintanya berdiri dan membaca bismillah 12 kali. Dan seterusnya akan dibahas di akhir Bab VIII ini. Setelah proses pembukaan selesai maka Suwito dipersilahkan duduk bersila dan menghadap Andini. Punggung Suwito mulai disentak oleh suami Andini sehingga ia terbatuk dan mulai meracau serta gerakan silat tetapi dengan gaya tarian.


Didepannya Andini berdialog dengan pengendali roh Suwito. Pada intinya Suwito akan dijadikan tumbal oleh gurunya, mulanya adalah rejekinya ditutup kemudian penyakitnya pelan-pelan masuk ke jasad. Di dalam tubuh Suwito dikeluarkan berbagai materi benda berenergi kayu, logam, dan unsur api. Siluman jahat bersarag ditubuhnya berbentuk raksasa Buto Ijo.


Suwito mengakui sejak mulai diobati sampai proses terapi, ia mengalami kemajuan kesehatan. Kencing mulai lancar bahkan ada bunyi ‘kletuk’ benda jatuh dalam toilet beberapa butir, namun anehnya tidak terlihat benda apakah yang jatuh dan seperti berat itu. Tubuhnya sekarang ringan, keringat bercucuran yang berarti energi panas api dan logam telah keluar.


Akhirnya siluman Buto Ijo yang membawa berbagai materi lain penghambat fitrah ruh tubuh Suwito pergi keluar. Dan Suwito telah sehat dan percaya diri secara berbeda dengan kondisi sebelumnya.

Suwito patut bersyukur karena setelah tubuhnya ‘dibersihkan’, akhirnya ia mendapat pekerjaan baru dan mendapat kepercayaan yang lebih dari bos pemilik usaha tempatnya sekarang. Suwito mengaku sekarang ia lebih khusuk dalam beribadah baik itu sholat lima waktu, shalat hajat, shalat tahajut dan puasa sunah.


Bayu Anak Idiot yang Kembali Tumbuh Normal

Bayu adalah anak dari seorang keluarga yang ayahnya memiliki karir bagus di pemerintahan. Bayu berumur 7 tahun dan adiknya berumur 5 tahun. Bayu tidak dapat berbicara, bahasa lisannya tidak jelas, bahkan tidak dapat menyebutkan ayah ibu atau papah mamah. Hanyalah kata a….a…a…. yang keluar dari mulutnya.


Bayu masih tidak bisa bersekolah sementara adiknya Adi sudah sekolah di Taman Kanak-kanak. Oleh karena kekhawatiran masa depan Bayu maka selama dua tahun ke belakang, ia diobati ke berbagai tempat baik ke rumah sakit maupun pengobatan alternatif dan non medik (jamu tradisional). Sudah kemana-mana diobati baik ke barat pulau Jawa di Banten sampai ke timur di Bali dengan memanjatkan doa kepada dewa di pure-pure. Kebetulan keluarga ini bukan beragama Islam.


Ayah Bayu bernama Made mencoba mengajak keluarganya ke tempat Andini dengan tujuan mengobati Bayu pada pagi hari di akhir pekan. Pertama ketemu, anehnya Bayu dapat berkomunikasi dengan Andini walaupun dengan bahasa isyarat. Namun ketika ia didekati suami Andini, Bayu sedikit merespon secara negatif. Andini sejurus kemudian meminta Bayu tenang dan dibantu keluarganya memegangi karena suami Andini akan memulai mengusap kepala Bayu sebagai pembuka.


Ketika diusap kepalanya, Bayu menjerit histeris dan menghentak-hentak sampai ia kemudian lemas dan mulai sedikit berbicara terbata-bata. Walaupun tidak jelas namun keluarganya saling memandang tidak percaya bahwa Bayu ada tanda-tanda kesembuhan.

Keluarga Bayu rajin membawanya setiap akhir pekan selama satu tahun penuh. Setiap tahapan ada perubahannya. Bayu sudah mulai mengenali alat tulis dan buku, yang selama ini diketahuinya hanyalah botol susu dan mainan. Gerakan idiotnya mulai berkurang. Mata nanarnya mulai berkedip dan bisa merespon bahasa isyarat.


Pada pengobatan dan terapi setengah tahun, Bayu mulai mengucapkan pengenalan nama keluarga misalnya Papah Made, Mamah Kintan, Adek Adi. Betapa senangnya mereka melihat Bayu juga sudah bisa berbicara terbata-bata dengan adiknya. Andini menyarankan agar Bayu tidak perlu buru-buru disekolahkan, namun mulai diajari dasar-dasar pengetahuan sehingga walapun terlambat yakni usia 8 tahun baru masuk SD.


Perkembangan Bayu kini cukup memuaskan walaupun berbahasa lisan sudah lancar namun belum terdengar fasih, namun gejala respon mandiri sudah terlihat. Bayu sudah bisa mengambil makan dan memakai baju sendiri. Memag Bayu belum mengenal wktu siang dan malam karena dalam dialog terapi pengobatannya Bayu hidup di alam siluman dimana kehidupan terbalik jika siang siluman tidur dan ketika malam siluman beraktivitas. Namun demikian Andini menyarankan juga agar Bayu dikenalkan waktu dan beradaptasi cara hidup manusia.


Kini Bayu benar-benar tumbuh menjadi normal kembali. Ia sekarang duduk di kelas 1 SD bersama dengan adiknya satu kelas. Keluarga Bayu menaruh harapan kepada Bayu walaupun perkembangan mentalnya lambat dibandingkan adiknya, paling tidak ia tidak menjadi beban mental ayah dan ibunya kedepannya kelak.

Demikianlah beberapa kisah terapi pengobatan terhadap berbagai keluarga pasien. Kisah-kisah yang lebih detail dapat diungkapkan pada penerbitan buku serial Andini lainnya. Beberapa pasien atau tamu yang menjadi kolega dan sahabat kami dikoleksikan dalam album foto spesial.


Teknik Pengobatan Tusuk Jari 12 Titik

Teknik Pengobatan Tusuk 12 Titik ini bukanlah berasal dari ajaran guru kami, namun ini hanyalah sebutan yang kira-kira kami bisa dan memudahkan penyebutannya. Abah Haji Mahfudin guru kami hanya memberikan bimbingan bahwa pembuka pengobatan tingkat tinggi harus dengan penempatan titik tekan sebanyak 12 lokus tubuh manusia. Bilangan 12 juga adalah pembuka aura dengan menyebut asma Allah SWT sebanyak itu.


Selanjutnya setelah melihat perjalanan pasien yang diobati, maka Andini dapat menentukan apakah pasien telah benar-benar sembuh untuk dikunci secara gaib. Selesai diobatinya penyakit maka dilakukan pula teknik penguncian paripurna agar penyakit tersebut tidak kambuh kembali ke dalam tubuh pasien.


Teknik pengobatan dinamakan teknik 12 (dua belas) simpul. Teknik tersebut berasal dari hakekat bilangan dua belas yang merupakan ciptaan Allah untuk hidup dan kehidupan yakni 12 adanya waktu siang dan 12 waktu malam. Coba anda sekali-kali membaca Basmallah atau Salawat Nabi setiap pagi 12 kali dan akan tidur malam membaca basmallah 12 kali. Niscaya akan terasa bahwa anda mendapat ketenangan serta merasa percaya diri karena mendapat perlindungan Allah SWT.


Adapun teknik pengobatan 12 simpul itu adalah:

1. Pertama : Jari-jari kaki dan telapak kaki

2. Kedua: Mata kaki kanan dan kiri

3. Ketiga : Dengkul Kanan dan Kiri

4. Keempat : Pinggul kanan dan kiri

5. Kelima : Pinggang dan rusuk kanan-kiri

6. Keenam : Punggung bagian belikat kanan dan kiri

7. Ketujuh : Bahu kanan dan kiri

8. Kedelapan : Bagian seluruhan tangan dan lengan kanan-kiri

9. Kesembilan : bagian leher belakang-depan dan kanan-kiri

10. Kesepuluh : belakang telinga kanan dan kiri

11. Kesebelas : bagian mata kanan dan kiri

12. Keduabelas: Kepala dan ubun-ubun

Teknik ini menunjukan bahwa tubuh manusia mengalir dari bawah ke atas, sehingga pengobatan juga diambil dari bawah ke atas. Dan tidak bisa dilakukan terbalik. Biasanya pasien akan mengalami respon ketika sasaran beberapa lokus ditekan. Semakin lemah respon semakin berat penyakit yang diderita pasien tersebut

Setelah diobati pasien akan diberikan minuman air botol yang sudah ditiupkan Andini dengan doa-doa tertentu. Pasien yang muslim akan diberikan kertas resep melaksanakan bacaan dzikir dan tata cara Shalat Malam (Hajat, Tahajjud) serta puasa sunah.


Setiap orang akan berbeda-beda bilangan dzikirnya tergantung hari pasaran kelahirannya.

Bagi kalangan non Islam terdapat juga saran petunjuk tertentu sesuai agamanya masing-masing.




Gambar Berbagai lokus titik tekan tubuh pasien


Demikianlah sekilas ilmu pengobatan warisan para Waliyullah yang dapat kami rangkum dan sampaikan dalam bentuk tulisan ini agar menjadi wacana dan pencerahan kepada seluruh umat manusia. Dan semoga kisah ini bermanfaat bagi sejarah dan peradaban di dunia. Amin.









Tidak ada komentar: